Sunday, June 18, 2006
Maafkan
Saya tahu apa yang akan terjadi jika itu saya ucapkan, makanya saya tidak mengatakannya untuk beberapa saat. Tadinya saya berfikir lebih baik saya tahan saja, dan saya simpan paik-baik. Namun, lama-kelamaan malah membuat saya tidak bisa hidup dengan tenang. Saya tidak bis bersandiwara dan membiarkan ini terus menerus. Dan lagi pula, saya merasa ini akan menyakitkan jika membiarkan tumbuh tanpa ada harapan.
Saya ingin semua berjalan dengan adil dan penuh kejujuran tentang apa yang saya rasakan sekarang.
Dan ternyata benar, saya merasa sedih. Bukan karena saya mengatakannya, namun apa yang saya bayangkan.
Seperti mata uang yang berputar. Apakah sisi gamar yang terlihat atau sisi angka. Dua-duanya tidak bisa kita pilih secara bersamaan.
Namun, itulah kenyataannya.
"Simpanlah rindumu jadikan telaga...." Begitulah sebuah lagu yang pernah saya dengar..
Dan sebaiknya, berikanlah rindu itu kepada orang yang memang seharusnya mendapatkannya. Sudah ditakdirkan untuk selalu begitu apa yang sudah terjadi. Ke sanalah angin rindu bertiup, dan saya sendiri sedang terasing disini. Namun, cukuplah saya terasing tanpa harus menjadikan yang lain orang asing.
Sebuah garis yang sudah dipautkan dahulu, rupanya memang sudah terputus.
Namun, entahlah....
Mungkin sebagai temanlah, sebagaimana sisi mata uang seharusnya.
-Dead-
Saya ingin semua berjalan dengan adil dan penuh kejujuran tentang apa yang saya rasakan sekarang.
Dan ternyata benar, saya merasa sedih. Bukan karena saya mengatakannya, namun apa yang saya bayangkan.
Seperti mata uang yang berputar. Apakah sisi gamar yang terlihat atau sisi angka. Dua-duanya tidak bisa kita pilih secara bersamaan.
Namun, itulah kenyataannya.
"Simpanlah rindumu jadikan telaga...." Begitulah sebuah lagu yang pernah saya dengar..
Dan sebaiknya, berikanlah rindu itu kepada orang yang memang seharusnya mendapatkannya. Sudah ditakdirkan untuk selalu begitu apa yang sudah terjadi. Ke sanalah angin rindu bertiup, dan saya sendiri sedang terasing disini. Namun, cukuplah saya terasing tanpa harus menjadikan yang lain orang asing.
Sebuah garis yang sudah dipautkan dahulu, rupanya memang sudah terputus.
Namun, entahlah....
Mungkin sebagai temanlah, sebagaimana sisi mata uang seharusnya.
-Dead-